Mahasiswa HI Universitas Almuslim Hadiri Peringatan 27 Tahun Tragedi Simpang KKA

Dokumentasi foto bersama Himpunan Mahasiswa HI dengan dosen pendamping dalam kegiatan peringatan 27 tahun Tragedi Simpang KKA.

Aceh Utara – Himpunan Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Almuslim turut menghadiri kegiatan peringatan 27 tahun Tragedi Simpang KKA yang digelar pada Minggu (3/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Pengajian Ilham Ilahi, Jalan Line Pipa, Dusun Simpang III KKA, Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh masyarakat, serta keluarga korban. Peringatan ini menjadi momentum refleksi bersama untuk mengenang salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa HI Universitas Almuslim hadir sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan sejarah konflik yang pernah terjadi di Aceh. Kehadiran mereka juga menjadi wujud nyata peran akademisi dalam menjaga ingatan kolektif serta mendorong kesadaran kritis terhadap isu-isu hak asasi manusia.

Rombongan mahasiswa turut didampingi oleh dosen Program Studi Hubungan Internasional, Al Azhar, yang memberikan penguatan akademik terkait pentingnya memahami peristiwa sejarah secara objektif dan kontekstual. Ia menekankan bahwa tragedi seperti Simpang KKA harus menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.

Secara terpisah, Ketua Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Almuslim, Yenni Rosana, S.T., M.A Pol Sci., menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran di luar kelas yang sangat penting. Menurutnya, mahasiswa HI tidak hanya dituntut memahami teori hubungan internasional, tetapi juga harus memiliki sensitivitas terhadap isu-isu lokal yang memiliki dimensi global, seperti konflik, perdamaian, dan rekonsiliasi.

“Melalui keikutsertaan dalam peringatan ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat secara langsung bagaimana dinamika sosial pascakonflik serta pentingnya menjaga perdamaian yang telah terbangun di Aceh,” ujarnya.

Kegiatan peringatan ini dilaksanakan berdasarkan undangan resmi dari panitia pelaksana dengan nomor: 05/Pan-Pe/FK3T-SP.KKA/IV/2026. Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan rangkaian kegiatan berupa doa bersama, tausiah, serta refleksi atas peristiwa yang terjadi 27 tahun silam.

Tragedi Simpang KKA sendiri merupakan salah satu peristiwa yang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Aceh. Oleh karena itu, peringatan tahunan ini menjadi ruang bersama untuk mengenang para korban sekaligus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.

Dengan kehadiran mahasiswa dan akademisi dalam kegiatan tersebut, diharapkan semangat menjaga perdamaian dan memperjuangkan keadilan tetap hidup di tengah masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya kolektif dalam membangun masa depan Aceh yang lebih baik. (Elga Safitri)