Perkuat Mutu Akademik, FKIP Universitas Almuslim Gelar Workshop Asesmen CPL Berbasis OBE

Bireuen – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim terus memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu akademik sekaligus mendukung kesiapan program studi dalam menghadapi proses akreditasi.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop Peningkatan Sistem Asesmen Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) untuk Mendukung Akreditasi Program Studi Berbasis OBE yang dilaksanakan di RKU I Universitas Almuslim, Jumat (14/8/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh para Wakil Dekan FKIP, Ketua Program Studi, serta seluruh dosen di lingkungan FKIP Universitas Almuslim. Workshop ini menjadi ruang penguatan pemahaman sekaligus penyamaan persepsi bagi sivitas akademika dalam mengimplementasikan sistem asesmen yang selaras dengan CPL dan prinsip OBE.


Acara dibuka langsung oleh Wakil Dekan I FKIP Universitas Almuslim, Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa penerapan OBE tidak hanya berkaitan dengan penyusunan kurikulum, tetapi juga harus tercermin secara nyata dalam proses pembelajaran dan sistem asesmen yang diterapkan oleh setiap program studi.
Menurutnya, asesmen memiliki posisi penting dalam memastikan ketercapaian kompetensi lulusan. Oleh karena itu, sistem penilaian perlu dirancang secara terukur, relevan, dan memiliki keterkaitan yang jelas dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.


Workshop tersebut juga merupakan tindak lanjut dari kegiatan Sosialisasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang sebelumnya dilaksanakan FKIP Universitas Almuslim secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (4/8/2026).


Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi langkah awal bagi fakultas dalam memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai konsep OBE, khususnya dalam penyusunan dan penyelarasan CPL sebagai fondasi utama pengembangan kurikulum di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam implementasinya, OBE menempatkan capaian lulusan sebagai salah satu fokus utama proses pendidikan. Karena itu, setiap tahapan mulai dari profil lulusan, CPL, CPMK, proses pembelajaran hingga asesmen harus memiliki keterkaitan yang jelas dan terukur.
Pemahaman tersebut kemudian diperdalam melalui workshop yang dilaksanakan pada Jumat ini, dengan memberikan penekanan lebih khusus pada sistem asesmen CPL.


Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Bagian Kurikulum Universitas Almuslim, Fachrurrazi, M.Pd. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai aspek penting mengenai penyelarasan CPL sesuai dengan prinsip OBE.
Materi yang disampaikan mencakup penyusunan profil lulusan, perumusan CPL yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), hingga keterkaitan CPL dengan mata kuliah, strategi pembelajaran, serta sistem penilaian.


Ia juga menjelaskan bahwa CPL tidak dapat disusun secara terpisah dari keseluruhan proses pendidikan. CPL harus menjadi acuan dalam menentukan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan pada suatu program studi.


Selanjutnya, CPL tersebut perlu diturunkan ke dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang lebih spesifik. CPMK kemudian menjadi dasar bagi dosen dalam menentukan materi pembelajaran, metode pembelajaran, aktivitas mahasiswa, serta instrumen asesmen yang digunakan.


Dengan demikian, terdapat kesinambungan antara apa yang ingin dicapai oleh program studi dengan apa yang diajarkan, bagaimana pembelajaran dilaksanakan, dan bagaimana ketercapaian mahasiswa diukur.
Fachrurrazi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselarasan antara CPL, CPMK, metode pembelajaran, dan asesmen. Keselarasan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan bahwa proses pembelajaran benar-benar berorientasi pada capaian lulusan.


Dalam konteks akreditasi, sistem yang terdokumentasi dan memiliki keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya juga menjadi bagian penting dalam menunjukkan kualitas tata kelola akademik program studi.
Melalui pendekatan OBE, proses pembelajaran diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu memastikan mahasiswa memperoleh kompetensi, keterampilan, dan karakter sesuai dengan profil lulusan yang telah ditetapkan.


Hal tersebut sekaligus mendorong dosen untuk memilih metode pembelajaran dan asesmen yang sesuai dengan karakteristik capaian pembelajaran. Instrumen penilaian tidak hanya digunakan untuk memberikan nilai kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi alat untuk mengukur sejauh mana capaian pembelajaran telah terpenuhi.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dengan para peserta. Sejumlah pertanyaan yang disampaikan peserta berkaitan dengan implementasi OBE di tingkat program studi, penyusunan CPL yang sesuai dengan profil lulusan, hubungan CPL dengan CPMK, hingga mekanisme evaluasi kurikulum dan asesmen.


Diskusi tersebut memberikan kesempatan kepada para Ketua Program Studi dan dosen untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam penerapan OBE sekaligus memperoleh pemahaman yang lebih konkret mengenai langkah-langkah penyelarasan sistem pembelajaran dan asesmen.


Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi FKIP Universitas Almuslim untuk memperkuat koordinasi antara pimpinan fakultas, program studi, dan dosen dalam memastikan implementasi OBE berjalan secara konsisten.
Secara terpisah, Dekan FKIP Universitas Almuslim, Dr. Sari Rizki, M.Psi., menyampaikan bahwa penguatan sistem pembelajaran berbasis OBE merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan setiap program studi memiliki sistem akademik yang semakin terarah.


Ia menilai implementasi OBE membutuhkan pemahaman dan komitmen bersama seluruh unsur akademik. Sebab, keberhasilan penerapan OBE tidak hanya ditentukan oleh dokumen kurikulum, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaannya dalam proses pembelajaran dan asesmen.
Menurutnya, dosen memiliki peran strategis dalam memastikan setiap mata kuliah memberikan kontribusi terhadap pencapaian CPL program studi. Karena itu, diperlukan keselarasan antara perencanaan pembelajaran, pelaksanaan perkuliahan, asesmen, hingga evaluasi capaian mahasiswa.


“Implementasi OBE harus dipahami sebagai sebuah sistem yang saling berkaitan. CPL, CPMK, pembelajaran, dan asesmen harus berjalan selaras sehingga capaian lulusan dapat diukur secara objektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dr. Sari Rizki menambahkan, penguatan sistem asesmen juga penting untuk menghasilkan data yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.


Dengan adanya data hasil asesmen yang terukur, program studi dapat melakukan evaluasi terhadap ketercapaian CPL sekaligus menentukan langkah perbaikan apabila masih terdapat capaian yang belum memenuhi target.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara konseptual, tetapi dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing program studi melalui penyesuaian dokumen kurikulum, perangkat pembelajaran, serta instrumen asesmen.


“Harapannya, workshop ini dapat memberikan pemahaman yang sama kepada seluruh dosen dan program studi, sehingga implementasi OBE di FKIP Universitas Almuslim semakin kuat, terukur, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui rangkaian sosialisasi dan workshop tersebut, FKIP Universitas Almuslim menunjukkan komitmennya untuk terus melakukan penguatan tata kelola akademik berbasis mutu. Implementasi OBE diharapkan mampu mendorong setiap program studi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki penguasaan pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta perkembangan pendidikan.


Penguatan sistem asesmen CPL juga diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan FKIP Universitas Almuslim, sekaligus mendukung setiap program studi dalam memenuhi standar akreditasi dan meningkatkan kualitas lulusan secara berkelanjutan.■Humas_Umuslim