Umuslim Perluas Lahan Sawit 36 Hektar di Cot Kreh, Targetkan Optimalisasi 365 Hektar Lahan Kampus pada 2028

BIREUEN, Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Bireuen, resmi memperluas areal perkebunan kelapa sawit dengan membuka lahan baru seluas kurang lebih 36 hektar di Bukit Cot Kreh, Desa Darussalam, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen. Pembukaan lahan baru ini ditandai dengan aksi penanaman perdana yang dirangkai dengan acara syukuran dan doa bersama di lokasi perkebunan pada Minggu (2/8/2026).


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran kepemimpinan institusi dan yayasan, antara lain Rektor Umuslim Dr. Marwan, M.Pd., Ketua Senat Ir. T.M. Nur, M.Si., Ketua Yayasan Almuslim Peusangan Tgk. H. Munawar Yusuf, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Elfiana, M.Si., Dekan Fisipol Jamaluddin, M.Si., Dekan Teknik Dr. M. Yanis, M.T., Dekan Fikom Riyadhul Fajri, S.Kom., M.Kom., Kepala Biro Umum Muhammad Darwis, M.Pd., Kepala Kebun M. Nur, M.Ling., serta jajaran ketua program studi dan dosen di lingkungan Umuslim.


Rektor Umuslim, Dr. Marwan, M.Pd., melalui kabag. Humas dan Kerja sama, menjelaskan bahwa Yayasan Almuslim Peusangan memiliki total lahan sawit seluas 365 hektar yang pengelolaannya diamanahkan kepada pihak universitas. Lahan tersebut tersebar di Desa Blang Mane seluas 31 hektar dan Desa Darussalam seluas 334 hektar.


Dari total keseluruhan, lahan yang telah produktif dan berusia 10 tahun mencakup 30 hektar. Sementara itu, 10 hektar memasuki usia 3 tahun, 8 hektar berusia 1,5 tahun, dan 36 hektar sisanya yang berada di Cot Kreh baru saja dibersihkan untuk siap ditanami.


“Hasil dari tanaman sawit yang sudah produktif saat ini kami alokasikan kembali secara mandiri untuk pembersihan dan penanaman di lokasi baru. Jadi, pendapatan yang ada diputar penuh untuk pengembangan unit usaha perkebunan ini,” ujar Rektor Marwan.


Ia juga menargetkan pada tahun 2028, seluruh areal potensi seluas 365 hektar tersebut sudah tertanam secara optimal. Tak hanya kelapa sawit, kawasan ini juga menerapkan sistem pertanian terpadu (intercropping) dengan memanfaatkan tanaman tumpang sari seperti padi gogo, jagung, dan pisang. Ke depan, lokasi ini juga akan disiapkan untuk uji coba budidaya jengkol gajah (unggul).

Pengembangan sektor agrobisnis ini mendapat dukungan penuh dari pihak yayasan. Ketua Yayasan Almuslim Peusangan, Tgk. H. Munawar Yusuf, menegaskan bahwa optimalisasi aset tanah yayasan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian finansial lembaga pendidikan.


“Yayasan sangat mendukung penuh langkah rektorat dalam mengoptimalkan setiap jengkal aset yang kita miliki. Keberadaan perkebunan ini bukan sekadar untuk sumber pendapatan (income generating) bagi pengembangan sarana kampus, tetapi juga sebagai komitmen kami dalam mengelola amanah umat secara produktif dan berkelanjutan,” tegas Tgk. H. Munawar Yusuf.


Senada dengan hal tersebut, Rektor Marwan menambahkan bahwa perluasan lahan ini juga berdampak langsung pada penguatan akademik kampus, khususnya bagi Fakultas Pertanian.


“Selain menjadi unit usaha pendukung operasional kampus, perkebunan ini difungsikan sebagai ‘laboratorium hidup’ dan pusat riset bagi dosen maupun mahasiswa. Mereka bisa belajar langsung mengenai tata kelola perkebunan modern, inovasi tumpang sari, hingga manajemen agrobisnis di lapangan,” tutup Marwan.


Diharapkan, langkah strategis ini tidak hanya mampu meningkatkan kemandirian finansial universitas, tetapi juga mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan petani setempat. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan inovatif, kawasan perkebunan ini diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan pengelolaan aset kampus yang produktif, sekaligus menjadi pusat pembelajaran dan inovasi bagi generasi muda dalam bidang pertanian dan agroindustri. Semoga ke depannya, Umuslim Peusangan mampu terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.â– Humas_Umuslim