
Bireuen, 10 September 2026 – Program Magister Pascasarjana Universitas Almuslim (Umuslim) sukses menyelenggarakan acara kuliah tamu internasional yang berlangsung hangat dan meriah di Gedung Aula MA Jangka Umuslim. Acara diawali dengan penampilan tarian adat Dari Sanggar Mirah Delima bertemakan “Peumulia Jame” yang menambah semarak suasana
Dalam acara ini, hadir Dr. Wan Suraya Wan Nik dari INTI International University & College Malaysia sebagai pemateri utama. Kuliah tamu yang mengusung tema “Building Effective, Efficient, and Ethical Educational Governance Towards The Society 5.0 Era” ini menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang pengelolaan pendidikan yang efektif, efisien, dan beretika di era Society 5.0.

Acara yang berlangsung di Aula MA Jangka Umuslim ini merupakan hasil kerjasama antara Program Pascasarjana Universitas Almuslim dan INTI International University & College Malaysia. Kehadiran para pejabat penting seperti Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., wakil Rektor II Dr. Sonny M. Ikhsan Mangkuwinata, M.Si., Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Halus Satriawan, M.Pd., serta Wakil Direktur I dan II, Dr. Saiful Bahri, M.Pd. dan Dr. Dra. Cut Khairani, M.Si., turut menyemarakkan jalannya acara.
Selain itu, hadir pula Ketua Program Studi (Prodi) Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) Prodi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Prodi Administrasi Pendidikan (AP), Prodi Pendidikan Dasar, dan mahasiswa Pascasarjana dari berbagai prodi seperti Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Administrasi Pendidikan, serta Pendidikan Dasar.

Dalam laporannya, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Halus Satriawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin menyambut tahun akademik baru sebagai bagian dari implementasi kerjasama jangka panjang antara kedua institusi. Ia juga menyebutkan bahwa acara ini diikuti oleh sekitar 60% mahasiswa Pascasarjana dari berbagai prodi seperti Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Administrasi Pendidikan, serta Pendidikan Dasar serta najaran pejabat lingkup universitas. Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak positif dan relevan bagi seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ungkapan terimakasih kepada Dr. Wan Suraya atas kesediaannya berbagi wawasan dan pengalaman. Dalam sambutannya ia menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya kuliah tamu internasional ini. Ia menegaskan bahwa acara ini merupakan bentuk implementasi dari Kerja Sama dengan INTI International University & College Malaysia.
Rektor mengajak Mahasiswa dan civitas akademika untuk memanfaatkan forum ini secara maksimal demi kemajuan bersama. “Dengan adanya Forum ini, manfaatkanlah sebaik mungkin, karena dari materi ini kita bisa dapat ilmu baru dan menjadi paduan untuk kita dalam menghadapi masa Era 5.0”
“Acara ini sangat relevan dengan tantangan dan peluang di era Society 5.0, di mana teknologi harus digunakan secara efektif untuk memperkuat tata kelola pendidikan, memperluas akses, dan membangun sumber daya manusia berkarakter unggul,” tegas Dr. Marwan. Ia menegaskan bahwa tata kelola pendidikan yang efektif harus didasarkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, serta adaptabilitas terhadap perkembangan teknologi yang pesat.
Lebih jauh, Rektor menekankan pentingnya kolaborasi internasional dan jejaring global dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. “Kolaborasi lintas disiplin, institusi, dan negara menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam materinya, Dr. Wan Suraya Wan Nik dari INTI International University & College Malaysia menjelaskan tentang konsep Society 5.0, yaitu masyarakat yang berpusat pada manusia dengan teknologi super-canggih seperti AI, big data, robotika, dan IoT yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Transformasi ini menuntut perubahan dalam pendidikan dari sekadar transmisi pengetahuan menjadi pengembangan kemampuan manusia (Human Capability Development), termasuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Menurutnya perubahan besar juga terjadi dalam tata kelola pendidikan. Tata kelola tradisional yang birokratis perlu bertransformasi menjadi tata kelola yang adaptif, berbasis data, kolaboratif, dan beretika. Prinsip utama adalah mencapai keberlanjutan melalui tiga pilar: efektif, efisien, dan etis.
Dr. Wan Suraya menyebutkan ada beberapa Pilar-pilar utama tata kelola pendidikan:
1. Efektif: mencapai hasil belajar yang bermakna.
2. Efisien: penggunaan sumber daya dan teknologi secara optimal.
3. Etis: menjamin keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Teknologi, khususnya AI dan data, harus digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan yang manusiawi dan mengatasi tantangan seperti bias algoritma, privasi data, keamanan siber, dan kesenjangan digital. Transformasi digital institusi pendidikan meliputi infrastruktur yang andal, sistem informasi yang terintegrasi, dan literasi digital.
Dalam pembahasannya beliau menambahkan Peran penting guru tetap tidak tergantikan, mereka harus terus berkembang melalui pelatihan dan pengembangan profesional agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif. Tata kelola yang inklusif dan kolaboratif melibatkan semua pemangku kepentingan, dari pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, hingga industri.

Tata kelola menuju Society 5.0 meliputi tahap penilaian, penyelarasan, digitalisasi, pemberdayaan, inovasi, dan evaluasi secara bertahap dan bertanggung jawab.
Kesimpulannya, tata kelola pendidikan di era Society 5.0 harus efektif, efisien, etis, adaptif, kolaboratif, dan berfokus pada manusia. Penggunaan teknologi harus dilakukan secara bijak dan bermartabat untuk memastikan pendidikan yang berorientasi manusia dan masa depan yang berkelanjutan.
“Masa depan pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang diadopsi, tetapi oleh bagaimana kita mengelola penggunaannya secara bijak, etis, dan manusiawi”.tutup Dr. Wan Suraya
Acara yang mengangkat tema “Membangun Tata Kelola Pendidikan yang Efektif, Efisien, dan Berintegritas Menyambut Era Society 5.0” ini diharapkan tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan jejaring yang konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan. Mahasiswa dan peserta didorong untuk aktif berpartisipasi, membangun dialog, dan mengembangkan wawasan global.
*Humas_Umuslim
