
India – 3 Juli 2026,_ Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Almuslim (Umuslim), Siti Mutiara Nailah dan Redina Istifarna, terus menunjukkan kiprah positif selama mengikuti program magang di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di India.
Selain memperoleh pengalaman di bidang diplomasi dan hubungan internasional, keduanya juga aktif memperkenalkan budaya Indonesia melalui berbagai pertunjukan tari tradisional di sejumlah tempat di India.
Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Almuslim, Yenni Rosana, M.A. Pol. Sci. (IRCP), M.A. Int. Com. Dev., menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kegiatan budaya tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda Indonesia dalam memperkuat hubungan antarbangsa melalui jalur diplomasi budaya. Melalui seni dan budaya, mahasiswa tidak hanya membawa nama baik almamater, tetapi juga menjadi representasi Indonesia di mata masyarakat internasional.
Selama menjalani program magang di KJRI India, Siti Mutiara Nailah dan Redina Istifarna menampilkan tarian tradisional Aceh dan Batak dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat maupun komunitas internasional. Penampilan tersebut mendapat apresiasi karena mampu memperkenalkan keragaman budaya Nusantara sekaligus memperlihatkan kekayaan seni Indonesia kepada publik India.
Yenni Rosana juga menyampaikan harapannya agar pengalaman ini semakin memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat komitmen mereka dalam mempromosikan Indonesia di tingkat internasional.
Ia menjelaskan, program magang internasional yang dijalani mahasiswa merupakan bagian dari upaya Universitas Almuslim dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas dan kontekstual.
Melalui keterlibatan langsung di lingkungan diplomatik, mahasiswa diharapkan mampu memahami praktik hubungan internasional secara nyata sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi lintas budaya.
Keterlibatan Siti Mutiara Nailah dan Redina Istifarna dalam memperkenalkan tari Aceh dan Batak juga menjadi cerminan keberagaman budaya Indonesia yang kaya dan penuh nilai. Tari Aceh yang dikenal dengan kekompakan, kekuatan pesan, dan nilai religiusnya, serta tari Batak yang sarat dengan semangat kebersamaan dan identitas budaya, mampu menjadi media komunikasi yang efektif untuk mengenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional.
Program magang di KJRI India sendiri memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari berbagai aspek diplomasi, pelayanan konsuler, promosi budaya, serta hubungan bilateral antara Indonesia dan India. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam meniti karier di bidang hubungan internasional pada masa mendatang.
Keberhasilan kedua mahasiswa tersebut juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik, serta berani tampil di panggung internasional dengan tetap membawa identitas dan budaya bangsa.
Universitas Almuslim melalui Program Studi Ilmu Hubungan Internasional berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti berbagai program internasional yang dapat memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi profesional, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai duta budaya Indonesia di tingkat dunia.■Humas_Umuslim
