
Aceh Utara – Keberanian berbicara dan kemampuan menyampaikan gagasan dinilai menjadi salah satu kunci penting bagi Generasi Z untuk tampil sebagai agen perubahan di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim, Dr. Silvi Listia Dewi, M.Pd., CPS., CPPS., saat menjadi pemateri pada program Pendidikan Rakyat bertajuk “Speak Up, Stand Out: Menjadi Gen Z yang Berani Bicara, Berpengaruh, dan Menginspirasi” di Desa Meunasah Hagu, Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (30/6/2026).

Dalam kegiatan yang mengusung slogan “Speak Up, Change The World” tersebut, dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Almuslim itu membawakan materi khusus mengenai public speaking bagi para peserta yang didominasi kalangan generasi muda.

Di hadapan peserta, Dr. Silvi menegaskan bahwa setiap individu memiliki potensi besar untuk memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya melalui kemampuan berkomunikasi yang baik.
“Your voice is your power. Suara yang kita miliki bukan hanya untuk didengar, tetapi juga untuk menginspirasi, menggerakkan, dan membawa perubahan. Jangan pernah takut untuk berbicara dan menyampaikan ide-ide positif yang dapat bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Menurutnya, Generasi Z saat ini hidup di era yang menuntut kemampuan komunikasi yang kuat, baik secara langsung maupun melalui berbagai platform digital. Karena itu, keterampilan public speaking menjadi bekal penting yang harus dimiliki untuk menghadapi tantangan masa depan.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya berkaitan dengan keberanian tampil, tetapi juga menyangkut cara menyusun gagasan, membangun kepercayaan diri, serta menyampaikan pesan yang mampu memengaruhi dan menginspirasi orang lain.
“Menjadi pribadi yang berpengaruh tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar. Keberanian untuk menyampaikan pendapat, mengemukakan ide, dan memberikan motivasi kepada orang-orang di sekitar juga merupakan bentuk kepemimpinan yang sangat penting bagi generasi muda,” katanya.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai teknik dasar public speaking, cara mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan umum, membangun komunikasi yang efektif, hingga strategi menjadi pembicara yang mampu menarik perhatian audiens.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi ketika harus berbicara di depan banyak orang.
Dr. Silvi juga mendorong para peserta untuk terus melatih kemampuan komunikasi melalui keterlibatan dalam organisasi, kegiatan sosial, maupun forum-forum diskusi yang dapat meningkatkan rasa percaya diri.
“Jangan takut melakukan kesalahan ketika belajar berbicara di depan umum. Semua pembicara hebat pernah mengalami rasa gugup dan ketidakpercayaan diri. Yang membedakan adalah keberanian mereka untuk terus belajar dan mencoba,” ungkapnya.
Program Pendidikan Rakyat tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pemberdayaan generasi muda agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta semangat untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui semangat Speak Up, Stand Out, para peserta diajak untuk menyadari bahwa perubahan besar dapat dimulai dari keberanian menyampaikan suara dan gagasan. Sebab, sebagaimana pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, “Your Voice is Your Power” dan “Speak Up, Change The World.”■Humas_Umuslim
