Peace Winds Japan dan Universitas Almuslim Perkuat Kolaborasi untuk Ketangguhan Bencana di Bireuen

Bireuen, – Peace Winds Japan (PWJ) menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kerja sama yang terjalin dengan Universitas Almuslim dalam memperkuat kolaborasi di bidang Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan pemulihan komunitas pascabanjir melalui Program PULIH (Post-Flood Community Recovery). Kolaborasi ini tidak hanya mendukung masyarakat terdampak di Desa Krung Beukah dan Desa Pante Lhong, tetapi juga mendorong peran strategis perguruan tinggi dalam membangun ketangguhan bencana di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.


Kerja sama antara Peace Winds Japan dan Universitas Almuslim tersebut dikoordinasikan oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Almuslim. KUI berperan menjembatani komunikasi, merancang program, mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan, serta membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan agar setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Universitas Almuslim menyelenggarakan sesi Sharing and Discussion bertajuk “Building a Disaster-Resilient Universitas Almuslim: The University’s Role in Disaster Risk Reduction and Community Resilience”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 7 Juli 2026 di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, ini diikuti oleh masyarakat, akademisi, perwakilan lembaga swadaya masyarakat, serta Pemerintah Kabupaten Bireuen.


Forum ini membahas peran strategis perguruan tinggi dalam pengurangan risiko bencana, penguatan kesiapsiagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pembangunan sistem ketangguhan bencana yang melibatkan unsur akademisi, pemerintah, organisasi kemanusiaan, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mendampingi masyarakat sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana.


PWJ menilai Universitas Almuslim memiliki komitmen yang kuat dalam menghubungkan pengetahuan dan kapasitas akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. Keterlibatan dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan masyarakat merupakan modal penting untuk memperkuat ketangguhan bencana di Kabupaten Bireuen dan Aceh secara lebih luas.


Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari tiga negara, yaitu Shoji Endo dari Jepang, Svetlana Babina dari Rusia, dan Henry Pirade dari Indonesia. Ketiganya merupakan perwakilan Peace Winds Japan yang berbagi pengalaman mengenai kerja kemanusiaan, pemulihan komunitas, serta peran aktif universitas dalam pengurangan risiko bencana dan penguatan ketahanan masyarakat.


Diskusi dimoderatori oleh Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Almuslim, Risky Novialdi, sedangkan rangkaian kegiatan dipandu oleh Tamia Umira sebagai Master of Ceremony.


Melalui forum ini, peserta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi secara langsung, menyampaikan pengalaman lapangan, mengidentifikasi berbagai tantangan, serta merumuskan langkah-langkah kolaboratif untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kemanusiaan, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal.


Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Almuslim, Risky Novialdi, menyampaikan bahwa kerja sama dengan PWJ tidak hanya memberikan manfaat dalam pelaksanaan program kemanusiaan, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional.


“Kantor Urusan Internasional Universitas Almuslim menyampaikan apresiasi kepada Peace Winds Japan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Kolaborasi ini menjadi kesempatan penting bagi Universitas Almuslim untuk memperkuat perannya dalam pengurangan risiko bencana, pemulihan masyarakat, serta pengembangan jejaring kerja sama internasional,” ujarnya.


Sesi Sharing and Discussion ini juga menjadi ruang refleksi atas pelaksanaan Program PULIH, yaitu inisiatif pemulihan komunitas pascabanjir yang dilaksanakan oleh Universitas Almuslim dengan dukungan Peace Winds Japan.

Melalui kolaborasi ini, kedua lembaga telah menjalankan sejumlah kegiatan nyata di Desa Krung Beukah dan Desa Pante Lhong, Kabupaten Bireuen, yaitu Cash for Work (CFW) atau Padat Karya Tunai untuk membersihkan rumah warga dari lumpur, Psychosocial Support (PSS) atau Dukungan Psikososial, serta program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).


PWJ dan Universitas Almuslim menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan yang terpadu. Pemulihan tidak cukup hanya dilakukan melalui dukungan fisik, tetapi juga perlu memperkuat kesehatan masyarakat, dukungan psikososial, kapasitas lokal, serta peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis komunitas.


Ke depan, kemitraan antara PWJ dan Universitas Almuslim diharapkan terus berkembang dalam upaya pengurangan risiko bencana, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen, serta pembangunan komunitas yang lebih tangguh, inklusif, dan siap menghadapi risiko bencana.■Humas_Umuslim